ACCOR SEKALI LAGI LINDUNGI PENDAPATAN MEREKA BUKAN ANGGOTA MEREKA.

Image result for ACCOR ONCE AGAIN PROTECT THEIR INCOME NOT THEIR MEMBERS.

Pada bulan Juli tahun lalu, artikel kami, ‘Accor leap to keep their money for nothing fund’ menyoroti kemarahan anggota Accor karena dipaksa membayar tagihan tahunan setelah biaya bergabung timeshare mereka yang berjumlah sebanyak $ 35.000 USD selama beberapa tahun yang singkat. Ini dilaporkan oleh ABC News dan dikutuk oleh majalah konsumen CHOICE.

Pepatah lama, “Anda hanya dapat menipu beberapa orang pada suatu waktu” tampaknya benar sekarang karena penjualan di Indonesia telah terhenti sama sekali. Sekarang Accor membungkuk lebih rendah dari sebelumnya untuk melindungi satu-satunya sumber pendapatan mereka yang tersisa. Biaya tahunan yang melumpuhkan itu.

Pada bulan Desember tahun lalu atas permintaan pembaca kami, fakta publikasi ini diperiksa badan hukum, Legal Alliance Asia Limited yang telah mendaftarkan gugatan hukum timeshare yang serupa setelah kasus RCI vs Murillo yang sukses di Amerika. Tim investigasi kami mengonfirmasi pendirian mereka, pemeriksaan fakta dan uji tuntas hukum independen yang ditampilkan di situs web mereka oleh SKK Kameshwara, salah satu firma hukum bergengsi di Jakarta, serta mengonfirmasi daftar gugatan tersebut di situs web Pengadilan Tinggi Pemerintah Indonesia.

(kasus saat ini No. 763 / Pdt.G / 2020 / PN Jkt. Pst.) terhadap kantor pusat Asia dari perusahaan pertukaran yang juga berafiliasi dengan Accor. Ref: “Legal Alliance punches above its weight”.

Persis ketika kasus ini ditinjau kembali di dalam ruangan pada tanggal 20 Desember di Pengadilan Tinggi Jakarta, hanya 72 jam kemudian Accor membuat langkah terbaru mereka untuk menghentikan berkurangnya anggota yang membayar biaya. Buletin terbaru mereka diberikan kepada kami oleh anggota klub mereka yang prihatin dengan judul, “Peringatan Penipuan”. Accor memainkan emosi dengan pernyataan seperti, “di masa-masa sulit ini kita tidak perlu khawatir menjadi korban penipuan”. Kami menemukan hal ini ironis mengingat kebenaran di balik layar adalah Accor telah dilaporkan untuk melatih tentang cara menjual keras pasien kanker yang sekarat dan pensiunan usia lanjut. Publikasi ini bertanya-tanya mengapa, jika Accor benar-benar mengkhawatirkan anggotanya selama masa-masa mengkhawatirkan ini, apakah ia masih menagih biaya pemeliharaan penuh kepada anggotanya, bahkan mereka yang tidak dapat berlibur?

Sebagai penutup, perlu dicatat bahwa tim investigasi kami telah menghubungi Accor untuk meminta kejelasan dan komentar. Awalnya kami berhasil berbicara dengan agen layanan pelanggan bernama Timus yang meyakinkan bahwa pada akhirnya kami akan menerima penjelasan melalui email dari seorang manajer bernama Patrick Hananhan. Yang mengejutkan kami, kami malah menerima email dari Interval International, para terdakwa dalam gugatan hukum yang akan datang. Mencoba untuk menghubungi kembali Accor untuk kejelasan yang mereka janjikan, baik panggilan telepon maupun email telah diabaikan dan telah menolak untuk berkomentar atau berusaha membersihkan nama mereka terkait penyesatan ini sampai diberitakan.

ACCOR ONCE AGAIN PROTECT THEIR INCOME NOT THEIR MEMBERS.

In July last year our article, ‘Accor leap to defend their money for nothing fund’ highlighted Accor members outrage at being forced to pay annual bills after their timeshare joining fee that totaled as much as $35,000 USD over a few short years. This was reported by ABC News and condemned by CHOICE consumer magazine.

The old saying, “you can only trick some of the people some of the time” seems true now that sales in Indonesia have ground to a complete standstill. Now Accor stoop lower than ever to protect their only remaining source of income. Those crippling yearly fees.

In December last year at the request of our readers this publication fact checked a legal entity, Legal Alliance Asia Limited that has listed a blue-print, copycat timeshare law suit after the successful RCI vs Murillo case in America.  Our investigations team confirmed their incorporation, fact checked independent legal due diligence shown on their website by SKK Kameshwara, one of Jakarta’s prestigious law firms, as well confirming on Indonesia’s Government High Court website the listing of the law suit

(current case No. 763/Pdt.G/2020/PN Jkt. Pst.) against Asia’s headquarters of the exchange company that Accor is affiliated too. Ref: “Legal Alliance punches above its weight”.   

Just as this case was revisited in chambers on the 20th of December in the Jakarta High Court, a mere 72 hours later Accor make their latest move to stop fee paying members from dwindling away. Their latest bulletin provided to us by concerned members of their club headlined with, “Fraud Warning”. Accor plays to emotions with statements like, “in these difficult times we shouldn’t have to worry about becoming victims of fraud”. We found this ironic considering the truth behind the scenes is Accor have been reliably reported to train on how to hard sell dying cancer patients and old age pensioners. This publication wonders why then, if Accor was truly worried about its members during these worrying times did it still bill the full maintenance fees to its members, even those not able to vacation?

To close, it is noteworthy to mention that our investigation team did reach out to Accor to ask for clarity and comment. Initially we managed to spoke to a customer service agent named Timus who assured that by the end of the day we would receive an emailed explanation from a manager named Patrick Hananhan. To our surprise we instead received an email from Interval International, the defendants in the upcoming law suit. Attempting to recontact Accor for the clarity they promised, both calls and emails have been ignored and have refused to comment or attempt to clear their name regarding this misdirection until going to press.

Leave a Reply

Your email address will not be published.